SEJARAH Qurban Hari Raya Idul Adha, Hikmah!

SEJARAH Qurban Hari Raya Idul Adha, Hikmah! Sejarah menyembelih hewan ternak sebagai ibadah tahunan sebenarnya terkait erat dengan kisah Nabi Ibrahim AS. Pelajaran penting dari aktivitas Qurban yang dilakukan oleh umat Islam mengandung hikmah bagi peradaban. Di Indonesia, lebaran Idul Adha identik dengan kegiatan sosial saling berbagi antar sesama yang membutuhkan. Banyak sekali pendidikan yang bisa didapatkan dari ritual peribadatan kaum Muslim ini.

sejarah Qurban Idul Adha

sejarah Qurban

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS mengawali sejarah Qurban di hari lebaran Idul Adha. Umat Islam di Indonesia beberapa hari lagi akan merayakan Idul Adha atau hari raya qurban. Kalian tahu sejarah qurban? Sejarah qurban itu berawal dari kisah Nabi Ismail yang akan dijadikan sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT. Sebuah iman yang besar dari seorang manusia mulia sebagai referensi pendidikan Indonesia.

Kala itu Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail.

Suatu malam Ibrahim bermimpi yang aneh sekali. Beliau memimpikan Allah menyuruhnya untuk mengorbankan Ismail. Ibrahim mengira itu adalah tipu muslihat dengan trik jahat padanya.

Malam berikutnya, Ibrahim memiliki mimpi mengerikan yang sama. Ibrahim tahu bahwa Allah hanya akan memintanya untuk melakukan hal seperti itu jika dia memiliki alasan yang baik. Meskipun beliau sangat mencintai putranya, namun siap melakukan hal yang sulit ini demi Allah SWT.

Bagaimana sejarah Qurban Idul Adha?

Ibrahim memberi tahu Ismail bahwa mereka harus pergi ke Gunung Arafah. Beliau lalu mengambil pisau dan tali. Dalam perjalanan, mereka melewati sebuah tempat bernama Mina. Iblis dan setan mendatangi Ibrahim dan mencoba membujuknya untuk tidak mengorbankan anaknya.

Ibrahim memunggungi setan dan tidak mau mendengarkan. Ketika mereka sampai di Gunung Arafat, Ibrahim memberi tahu Ismail apa yang Allah ingin beliau lakukan.

Ismail mendengarkan dan menerima apa yang akan terjadi, pasrah atas kehendak Allah SWT. Beliau adalah anak yang luar biasa. Beliau kelak juga adalah seorang nabi besar.

Ismail menyuruh ayahnya untuk mengikat tangan dan kakinya dan menutup matanya sendiri. Sehingga beliau tidak dapat melihat anaknya menderita. Detik-detik menegangkan dari sejarah Qurban dimulai!

Nabi Ibrahim melakukan apa yang dikatakan anaknya, Ismail. Beliau kemudian mengambil parang dan hendak melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Keajaiban Allah pun terjadi!

Ketika Ibrahim menutup matanya dia melihat ke bawah, bukan pada anaknya tapi pada seekor domba jantan yang telah mati. Ismail ada di sisinya.

Ibrahim takut. Dia pikir dia tidak taat tapi kemudian dia mendengar sebuah suara yang menyuruhnya untuk tidak khawatir. Allah menjaga pengikut-Nya.

Nabi Ibrahim dan Ismail telah melewati ujian yang sulit. Setiap tahun, selama bulan Dhulhijjah, banyak umat Islam, dari seluruh dunia, melakukan perjalanan ke Makkah. Kaum muslimin ingin mengingat apa yang Ibrahim dan Ismail lakukan. Pada bulan Dhulhijjah, para peziarah ini pergi ke Makkah, Mina dan Arafat. Peribadatan ini dikenal juga dengan ibadah haji.

Umat Islam mengunjungi tempat-tempat di mana Ibrahim dan Ismail tinggal dan berkhotbah. Mereka memberikan pengorbanan seperti yang diperintahkan Allah kepada Ibrahim. Para peziarah mengorbankan hewan ternak untuk mengenang kejadian tersebut.

Belajar dari cerita inspiratif sejarah Qurban, umat Islam harus mematuhi perintah Allah SWT seperti yang dilakukan Ibrahim dan Ismail. Kita taat dengan melakukan hal-hal yang kita yakini benar, berdoa, menaati orang tua, dan selalu bertingkah laku jujur.

Gunakan Tools Promosi Bisnis Facebook untuk memasarkan produk online shop ke ratusan grup FB secara otomatis