Peningkatan INVESTASI MODAL Asing di Indonesia, NAIK..!!

Peningkatan INVESTASI MODAL Asing di Indonesia, NAIK..!! Seperti yang dinyatakan dalam berita ekonomi dan politik, tingkat investasi internasional telah meledak dalam beberapa dekade terakhir. Kenaikan ini dalam arus investasi asing ditandai fenomena baru dan berbeda di era globalisasi. Penanaman modal asing (PMA) ke dalam negeri tentu saja menguntungkan. Walaupun ada beberapa efek negatif yang cukup mempengaruhi industri kecil dan menengah. Beberapa faktor telah mendorong pertumbuhan investasi bisnis ini.

investasi modal asing

investasi modal

Apakah yang Mempengaruhi Investasi Modal Asing di Indonesia?

Teknologi Bisnis Internet

Telekomunikasi dan kemajuan transportasi telah membuat banyak kemudahan untuk melakukan investasi bisnis di seluruh jarak yang luas. Mantan Presiden Amerika William Jefferson Clinton pernah menunjukkan sebuah fakta pada tahun 1960. Saluran telepon transatlantik hanya bisa menampung 80 panggilan simultan antara Eropa dan Amerika Serikat.

Hari ini, satelit dan infrastruktur telekomunikasi lainnya dapat menangani satu juta panggilan pada satu waktu. Tentu saja, hal ini akan meningkatkan arus investasi modal di Indonesia.

Faks, email dan penurunan biaya perjalanan udara juga telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PMA. Seperti yang dapat Anda bayangkan, seorang pemilik bisnis mungkin berpikir dua kali untuk mencoba menjalankan afiliasi di luar negeri jika komunikasi dengan kantor yang tidak mudah dan murah. Perubahan dalam praktek perdagangan cenderung didorong oleh perubahan kemampuan sumber daya manusia. Metode baru untuk berkomunikasi tidak diragukan lagi untuk membantu mendorong keinginan untuk mempromosikan integrasi ekonomi.

Keuntungan Bisnis yang Lebih Tinggi

Pada tahun 1980-an dan awal 1990-an, sejumlah negara di Asia Timur (Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand) mulai mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat besar. Perubahan ini terjadi dalam beberapa kasus yang menumpuk ekspansi dua digit PDB mulai perkapita per tahun. Negara-negara ini telah membangun pertumbuhan yang fenomenal di atas pondasi yang berdasarkan integrasi yang lebih besar ke dalam ekonomi internasional.

Secara khusus, negara berkembang mulai menekankan pertumbuhan meningkatkan ekspor. Investor dari seluruh dunia menyadari bahwa akses ke pasar Asia Timur dan mitra dagang mereka mungkin membantu untuk mencapai hasil yang jauh lebih tinggi dari investasi modal.

Jatuhnya Tembok Berlin

Investasi modal asing sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan dan ekonomi dalam negeri. Akhir Perang Dingin memiliki dampak penting pada liberalisasi keuangan internasional. Pertama, banyak negara berkembang yang sebelumnya telah berkomitmen untuk model perencanaan ekonomi sosialis mulai berbalik menuju ekonomi pasar. Yang menghasilkan upaya untuk memprivatisasi BUMN dan perubahan kebijakan ekonomi yang lebih menguntungkan untuk investasi modal. Perubahan kebijakan keuangan ini membuat ekonomi jauh lebih menarik bagi investor potensial.

Selain itu, runtuhnya Uni Soviet juga memberi banyak investor yang lebih percaya diri dalam stabilitas politik negara-negara berkembang pada umumnya. Kekhawatiran bahwa pemerintah mungkin digulingkan atau adanya kudeta mengambil alih aset asing mulai menurun. Begitupun juga optimisme pasar telah meningkatkan investasi asing di Indonesia 2017.

Liberalisasi Keuangan

Sebelum tahun 1970-an, banyak negara, termasuk Amerika Serikat, mengenakan batasan ketat pada hak-hak perusahaan dan individu untuk berinvestasi di luar negeri. Termasuk untuk membeli saham asing dan obligasi. Bahkan, sekedar untuk memegang mata uang asing. Banyak dari pembatasan ini dilakukan setelah terjadi krisis besar tahun 1930-an, yang telah menghasilkan pergerakan fluktuatif modal, memicu kepanikan keuangan dalam beberapa kasus.

Namun, pada awal tahun 1970, Amerika Serikat pergi ke standar emas dan sistem nilai tukar tetap antara mata uang asing yang ditinggalkan. Selain itu, banyak pembatasan yang dicabut pada arus modal internasional, sehingga lebih mudah bagi investor untuk membeli sekuritas asing.

Sejak saat itu, Amerika Serikat telah berada di garis depan upaya untuk menghilangkan kontrol yang tersisa pada pergerakan modal internasional. Reagan, Clinton, dan George W. Bush secara khusus membuat de-regulasi pergerakan modal prioritas tinggi pada agenda kebijakan ekonomi internasional mereka.

Investasi modal asing di Indonesia akan semakin meningkat bila didukung oleh semua pihak terkait. Liberalisasi keuangan telah menjadi semakin luas, dan mungkin terbesar yang pernah tercapai oleh sejarah. Cukup menggembirakan, walaupun pertumbuhan investasi modal ini seharusnya juga bisa menggerakkan Usaha Kecil dan Menengah.

Gunakan Tools Promosi Bisnis Facebook untuk memasarkan produk online shop ke ratusan grup FB secara otomatis