Apa Perbedaan HP Entry Level, Mainstream, High End, dan Flagship?

Apa Perbedaan HP Entry Level, Mainstream, High End, dan Flagship? “Smartphone apa ya yang bagus dan cocok buat dibeli?” Mungkin kamu pernah mempertanyakan hal itu saat punya rencana untuk mengganti smartphone. Banyaknya jenis smartphone yang bermunculan memang suka membingungkan konsumen. Apalagi, saat ini produsen menjualnya dengan istilah smartphone entry level, mainstream, high end, dan flagship.

Perbedaan Hp Entry

Perbedaan Hp Entry

Apa sih perbedaan hp entry itu? Keempat istilah tersebut adalah tingkatan segmentasi pasar dari suatu gadget. Produsen menggunakannya dengan tujuan untuk memudahkan pemasaran gadget sesuai dengan target pasar. Sedangkan untuk konsumen, perbedaan tingkatan tersebut bisa memudahkan kamu memilih smartphone sesuai kebutuhan. Nah, buat kamu yang berencana untuk mengganti smartphone baik secara tunai maupun kredit hp online, berikut panduan membedakannya!

  1. Entry Level

Smartphone dengan kelas entry level atau low end, ditujukan untuk target pasar dengan bujet terbatas. Produsen gadget menargetkan produk ini untuk konsumen yang baru mau berhijrah dari hp konvensional yang hanya bisa dipakai telepon dan SMS, menjadi hp pintar atau smartphone. Smartphone entry level biasanya punya spesifikasi rendah, seperti prosesor dual-core hingga quad-core dengan kapasitas RAM 512 MB-1 GB. Memori internalnya pun hanya 8 GB – 16 GB, sehingga kebanyakan smartphone entry level cuma bisa dipakai untuk chatting, browsing, mendengarkan musik, memutar video, dan menjalankan beberapa game 2D. Harga gadget entry level biasanya di kisaran Rp 1 jutaan.

Pilihan smartphone entry level:

  • Samsung J1 Mini (Rp 825 ribu)
  • Xiaomi Redmi 5A (Rp 999 ribu)
  • Lenovo A6000 Plus (Rp 960 ribu)
  1. Mainstream

Naik satu tingkat dari entry level, terdapat segmentasi mainstream atau yang juga dikenal dengan middle class. Smartphone ini ditujukan untuk orang-orang yang lebih mengenal gadget. Dengan prosesor quad-core hingga octa-core, RAM berkapasitas 1-3 GB, dan ukuran layar 4,5-5,5 inci, bisa dibilang smartphone mainstream cukup nyaman untuk aktivitas chatting, browsing, media sosial, mendengarkan musik, menonton video berkualitas HD, hingga menjalankan game kelas ringan hingga menengah. Bahkan ada juga beberapa smartphone mainstream yang mampu menjalankan game kelas berat, meski kualitas grafis yang ditampilkan tidak setinggi smartphone dengan kelas di atasnya. Smartphone mainstream dijual di kisaran harga Rp 2-3 jutaan. Selain harganya cukup terjangkau untuk spesifikasi yang lumayan mumpuni, keunggulan lain yang bisa didapatkan dengan memilih smartphone mainstream adalah daya jual kembalinya yang tinggi.

Pilihan smartphone mainstream:

  • Xiaomi Mi A1 (Rp 3 juta)
  • Xiaomi Redmi Note 5 (Rp 2,9 juta)
  • Honor 9 Lite (Rp 2,5 juta)
  1. High End

Setelah mainstream, ada kelas high end yang menyasar pengguna dengan alokasi dana cukup besar untuk membeli smartphone. Berkat spesifikasinya yang tinggi, produk high end juga cocok untuk kamu yang tak mau sering-sering mengganti handphone. Biasanya, produsen akan menyematkan teknologi unggulannya pada kelas smartphone high end. Prosesor yang diusung mulai dari hexa-core hingga octa-core, RAM yang disematkan berkapasitas 2-4GB, dan layar yang digunakan di atas 4,7 inci dengan resolusi Full HD. Dengan spesifikasi tersebut, smartphone high end bisa dibanderol mulai dari Rp 4-6 jutaan.

Pilihan smartphone high end:

  • Oppo F7
  • Asus Zenfone 5
  • Xiaomi Mi 6
  1. Flagship

Smartphone di kelas flagship adalah jagoan yang diandalkan oleh produsen smartphone. Setiap tahun, mereka saling berlomba-lomba menciptakan ponsel unggulan, agar semakin menarik perhatian dan minat konsumennya. Misalnya Apple dengan iPhonenya, Samsung dengan seri Galaxy S, LG dengan seri G, dan  yang lainnya.

Satu hal yang menjadi ciri khas dari smartphone flagship adalah spesifikasi yang dilengkapi dengan fitur atau teknologi terbaru yang tidak dimiliki oleh segmen atau kelas di bawahnya. Dengan smartphone flagship, kamu dipastikan bisa melakukan apapun dengan nyaman. Namun sekali mencoba smartphone flagship, biasanya kamu bisa ketagihan untuk mengganti smartphone ketika seri terbaru rilis. Mengingat harga smartphone flagship berada di kisaran Rp 7 juta hingga belasan juta, tentu hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan finansialmu.

Pilihan smartphone flagship:

  • iPhone X
  • Samsung Galaxy S9
  • Samsung Note 8

Apa Perbedaan HP Entry Level, Mainstream, High End, dan Flagship?

Itu dia keempat jenis smartphone berbeda berdasarkan kelasnya. Soal mana yang terbaik tentu kembali lagi pada kebutuhan dan bujet masing-masing. Untuk keperluan standar, kelas entry level dan mainstream bisa dipilih dengan harga yang lebih terjangkau, namun jika butuh fitur ekstra maka pilihan terbaik akan jatuh kepada kelas high-end dan flagship. Sesuaikan juga harga smartphone yang mau dibeli dengan bujetmu. Apabila kamu membutuhkan smartphone dengan spesifikasi tinggi, misalnya hp flagship dengan empat kamera untuk menunjang pekerjaanmu, tapi belum punya cukup dana, kamu bisa memanfaatkan fasilitas kredit hp online seperti yang ditawarkan Kredivo.

Kamu bisa memilih masa cicilan kredit hp online sesuai dengan kondisi keuanganmu, karena pilihan tenor di Kredivo cukup beragam, mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan. Tak perlu khawatir juga dengan bunganya, karena bunga yang dikenakan Kredivo paling rendah dibandingkan perusahaan multifinansial sejenis, hanya 2,95% per bulan. Kamu tak cuma bisa kredit hp online, tapi juga kredit barang lainnya seperti barang kebutuhan sehari-hari, barang penunjang hobi, hingga beli pulsa dan bayar listrik. Sebab, Kredivo sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 merchant terpecaya di Indonesia seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee, JD.id, dan masih banyak lainnya. Untuk mengajukan akun Kredivo, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratannnya. Cek selengkapnya persyaratan dan informasi mengenai Kredivo di sini.  Semoga artikel ini membantu Anda untuk mengetahu perbedaan Hp entry itu apa saja.